Menggunakan Server Linux
Written by ihsan on 18.27Linux, sistem operasi gratis berbasis Unix, menjadi lebih dan lebih populer sebagai
sebuah alternative dari sistem operasi untuk server yang mahal seperti Windows Server
2003 dan NetWare. Faktanya,dengan beberapa perkiraan, sekarang lebih banyak
komputer yang menjalankan sistem operasi Linux daripada menjalankan sistem operasi
Macintosh. Anda dapat menggunakan Linux sebagai Web Server untuk internet atau
untuk intranet, dan Anda dapat menggunakannya sebagai sebuah firewall atau file dan
print server pada LAN Anda.
Menginstal Linux
Semua distribusi Linux menyertakan program instalasi yang memudahkan pekerjaan
menginstall Linux dikomputer Anda. Program instalasi itu meminta Anda sejumlah
pertanyaan tentang hardware Anda, komponen apa yang akan Anda install, dan
bagaimana Anda ingin mengkonfigurasi fitur tertentu. Lalu program itu akanmengopy file
yang cocok ke komputer Anda dan mengkofigurasi sistem Linux Anda.
Sebelum menginsall Linux, Anda seharusnya membuat daftrar hardware di komputer
Anda dan bagaimanamereka terkonfigurasi. Sespesifik mungkin yang Anda bisa. Tulis
setiap pabrik komponen dan nomor model, sebaik informasi kofigurasi seperti IRQ
komponen dan alamat I/O. Selanjutnya, putuskan bagaimana Anda ingin membuat
partisi untuk Linux. Walaupun Windows biasanya diinstall pada satu partisi tunggal,
instalasi Linux secara khusus memerlukan tiga atau lebih partisi.
•Sebuah partisi boot: ini seharunsnya kecil – direkomendasikan 16 MB. Partisi
boot mengandung kernel sistem operasi dan itu dibutuhkan untuk memulai Linux
dengan benar di sejumlah komputer.
•Partisi swap: ini seharusnya dua kali ukuran RAM di komputer Anda. Linux
menggunakan partisi ini sebagai perluasan dari RAM komputer.
•Partisi Root: ini, dalam kebanyakan kasus, menggunakan sisa ruang dalam disk.
Partisi ini berisi semua file dan data yang digunakan sistem Linux.
Akhirnya, Anda akan perlu menentukan password untuk akun root dan, pada
kebanyakan distribusi, memilih apakah akan membuat membuat satu atau lebih akun
pengguna. Disarankan paling tidak membuat satu akun pengguna selama instalasi, jadi
Anda dapat masuk ke Linux sebagai seorang pengguna daripada dengan akun root.
Dengan itu Anda dapat bereksperimen dengan perintah-perintah di Linux tanpa
menghapus atau mengkorupsi file yang penting secara tidak sengaja.
Masuk ke Command Shell
Ada dua cara dasar untuk masuk ke command shell (program yang menyediakan barisbaris
perintah) saat Anda untuk menjalankan perintah Linux secara langsung. Pertama
tekan Ctrl+Alt+Fx (yaitu satu dari tombol fungsi) untuk berpindah ke salah satu virtual
console. Lalu Anda dapat masuk dan menjalankan perintah. Saat Anda sudah selesai,
tekan Ctrl+Alt+F7 untuk kembali ke GNOME.
Atau Anda dapat membuka command shell secara langsung dari GNOME dengan
memilih Main Menu > System Tools > Terminal. Ini membuka command shell di
sebuah jendela yang muncul pada desktop GNOME. Karena shell ini berjalan de dalam
akun pengguna GNOME yang masuk, Anda tidak perlu masuk. Anda dapat langsung
mengetikkan perintah. Saat Anda sudah selesai, ketikkan Exit untuk menutup
jendela.
Konfigurasi Jaringan
Menggunakan program konfigurasi jaringan Red Hat
Sebelum Anda dapat menggunakan interface jaringan untuk mengakses, Anda harus
mengkonfigurasi opsi dasar interface TCP/IP, seperti IP address, nama host, DNS
Server, dan masih banyak lagi. Pada sesi ini akan ditujukkan bagaimana melakukan itu
dengan menggunakan program konfigurasi Red Hat. Anda dapt mengakses program ini
dengan memilih Main Menu > System Setting > Network.
Menjalakan ulang jaringan Anda
Tiap kali Anda mengubah konfigurasi di jaringan Anda, Anda harus menjalankan ulang
layanan jaringan Linux sebelum perubahan itu menghasilkan efek.
Anda dapat menjalankan ulang layanan jaringan dari desktop GNOME dengan langkahlangkah
berikut:
1. Pilih Main Menu > System Setting > Server Settings > Services.
Jendela layanan konfigurasi muncul.
2. Pilih layanan Network.
Anda harus menggulung ke bawah daftar dari layanan untuk menemukan itu.
3. Klik tombol Restart.
Layanan berhenti, lalu berjalan kembali. Saat selesai, kotak dialog kecil
memunculkan pesan “Network restart successful”.
4. Klik OK
Anda kembali ke program layanan konfigurasi
5. Tutup program layanan konfigurasi
Selesai semua.
Jika Anda memilih bekerja dengan command shell, Anda dapat menjalankan ulang
jaringan dengan mengetikkan perintah service network restart.
Mengenal Samba
Karena Linux dan Windows punya banyak perbedaan sistem file, Anda tidak bisa
membuat server file Linux semudah mengijinkan pengguna Windows mengakses ke
direktori Linux. Komputer klien Windows tidak bisa mengakses nama file di direktori
Linux.
Lebih dasar lagi, jaringan Windows menggunakan protocol yang disebut SMB, yang
berdiri untuk Server Message Block, untuk mengatur pertukaran data file antara file
server dan klien. Linux tidak punya dukungan SMB yang tertanam. Itulah mengapa
Samba diperlukan.
Samba adalah program yang meniru perilaku server yang berbasis Windows dengan
menerapkan protokol SMB. Jadi, saat Anda menjalankan Samba pada server Linux,
komputer Windows pada jaringan Anda melihat server Linux seperti server Windows.
Menginstall Samba
Jika Anda tidak menginstall Samba saat Anda menginstall Linux, Anda harus
menginstalnya sekarang. Ada dua cara dasar untuk melakukannya. Pertama adalah
menggunakan paket peralatan managemen berbasis GNOME dari Red Hat. Masukkan
CD distribusi Red Hat, dan klik Yes saat Anda ditanya apakah Anda ingin menjalankan
auto program. Lalu, saat jendela Package Management muncul, pilih grup Windows File
Server, yang menginstal Samba.
Hati-hati: satu jalan pasti untuk membuat instalasi Samba sama sekali tidak berguna
adalah mengaktifkan setting Linux firewall secara acak di komputer yang menjalankan
Samba.
Memulai dan menghentikan Samba
Sebelum Anda dapat menggunakan Samba, Anda harus memulai kedua daemonnya,
smbd dan nmbd. Keduanya dapat dijalankan sekaligus dengan memulai layanan smb.
Dari command shell, gunakan perintah ini :
service smb start
Kapanpun Anda membuat perubahan konfigurasi seperti menambah share baru atau
membuat sebuah pengguna Samba yang baru, Anda harus mematikan dan
menjalankan kembali layanan dengan perintah ini:
service smb restart
Atau :
service smb stop
service smb start
Jika Anda tidak yakin bahwa Samba berjalan, masukkan perintah ini:
service smb status
Anda akan mendapatkan pesan yang menunjukkan apakah daemon smbd dan nmbd
sedang berjalan.
Untuk mengkonfigurasi Smaba untuk berjalan secara otomatis saat Anda menjalankan
Linux, gunakan perintah ini:
chkconfig –level 35 smb on
Untuk memastikan perintah chkconfig bekerja dengan benar, masukkan perintah ini:
chkconfig –list smb
Menggunakan peralatan konfigurasi server Samba dari Red Hat
Linux Red Hat menyertakan peralatan konfigurasi berbasis GNOME yang memudahkan
pekerjaan mengkonfigurasi Samba. Untuk menjalankannya, pilih Main Menu > System
Settings > Server Settings > Samba Server. Jika sudah, jendela Samba Server
Configuration muncul. Alat ini memperbolehkan Anda mengkonfigurasi aturan dasar
server dan mengatur share.
0 komentar: Responses to “ Menggunakan Server Linux ”