Written by ihsan on 04.46

PERINTAH SEDERHANA DAN HELP

Written by ihsan on 18.29

Perintah Linux standar mempunyai format sebagai berikut :
NamaPerintah [pilihan] [argumen]
Pilihan adalah option yang dimulai dengan tanda – (minus) atau – untuk full word.
Argumen berupa nama file atau data lain yang dibutuhkan oleh perintah, dapat kosong,
satu atau beberapa argumen (parameter). Untuk menjalankan lebih dari satu perintah
gunakan tanda semicolon (;). Untuk interupsi instruksi dengan mengetikkan Ctrl-c.
Contoh :
$ ls tanpa argumen
$ ls –a option adalah –a = all, tanpa argumen
$ ls /bin tanpa option, argumen adalah /bin
$ ls /bin /etc /usr ada 3 argumen
$ ls –l /usr 1 option dan 1 argumen l = long list
$ ls –la /bin /etc 2 option –l dan –a dan 2 argumen
$ mkdir temp; cp *.txt temp/
Beberapa perintah sederhana :
• date : menampilkan tanggal dan waktu
• cal : menampilkan kalender
Beberapa perintah untuk meminta bantuan (help) :
• whatis
Perintah ini menampilkan diskripsi pendek dari perintah. Menggunakan database
yang diubah setiap hari. Biasanya belum tersedia sesaat setelah menginstall.
• Opsi –help
Perintah ini menampilkan summary penggunaan perintah dan daftar argumen.
Digunakan oleh sebagian besar perintah tetapi tidak semuanya
• man
Perintah ini menyediakan dokumentasi untuk perintah. Hampir semua perintah
mempunyai halaman man. Halaman dikelompokkan ke dalam chapter. Biasanya
berfungsi sebagai Linux Manual. Linux Manual dibagi ke dalam beberapa bagian
yang masing-masing mencakup topik tertentu dan setiap halaman diasosiasikan
tepat satu pada bagian tersebut. Bagian-bagian tersebut adalah :
1. Perintah user
2. System call
3. Library call
4. File khusus
5. Format file
6. Games
7. Miscellaneous
8. Perintah administratif
Sebagai contoh passwd(1) sama dengan menjalankan man 1 passwd yang
merujuk ke perintah passwd sedangkan passwd(5) menjalankan man 5 passwd
yang merujuk ke format file /etc/passwd.
Pada saat menampilkan halaman man dapat dilakukan navigasi melalui panah,
PgUp, PgDn. Pilihan /text digunakan untuk mencari teks. Tombol n atau N
akan berpindah maju atau mundur dan tombol q untuk keluar.
Apabila nama perintah tidak diketahui dapat menggunakan perintah man –k
keyword yang akan menampilkan semua halaman yang tepat. Perintah ini
menggunakan basis data whatis.
• info
Perintah ini sama dengan man, tetapi lebih detail. Untuk menjalankan info tidak
diikuti dengan argumen akan memperlihatkan isi semua halaman. Halaman info
terstruktur seperti web site. Setiap alamat dibagi ke dalam beberapa ”node”. Untuk
menuju ”node” dengan menekan tanda asterik (*).
Pada saat menjalankan perintah info dapat dinavigasi dengan panah, PgUp, PgDn.
Untuk berpindah ke link berikutnya menggunakan Tab dan diikuti Enter untuk
memilih link. Tombol n, p atau u akan menuju ke node berikutnya, sebelumnya
atau ke node atasnya. Kunci s diikuti teks dan Enter akan mencari teks tersebut
(format : s text). Untuk keluar dari info gunakan tombol q.
Aplikasi biasanya menyertakan dokumentasi yang tidak sama dengan format
man atau info. Biasanya berisi copy dari lisensi perangkat lunak, konfigurasi file,
tutorial serta buku dokumentasi dari aplikasi. Dokumentasi aplikasi ini dapat dicari di
direkori /usr/share/doc. Sub direktory ini berisi dokumentasi sebagian besar paket
yang terinstall.
Dokumentasi dari Red Hat tersedia pada CD atau website Red Hat
http://www.redhat.com/docs/ yang berisi tuntunan instalasi, pengenalan
administrasi sistem, tuntunan administrasi sistem, referensi, keamanan, step by step dan
lain sebagainya.

Menggunakan Server Linux

Written by ihsan on 18.27

Linux, sistem operasi gratis berbasis Unix, menjadi lebih dan lebih populer sebagai
sebuah alternative dari sistem operasi untuk server yang mahal seperti Windows Server
2003 dan NetWare. Faktanya,dengan beberapa perkiraan, sekarang lebih banyak
komputer yang menjalankan sistem operasi Linux daripada menjalankan sistem operasi
Macintosh. Anda dapat menggunakan Linux sebagai Web Server untuk internet atau
untuk intranet, dan Anda dapat menggunakannya sebagai sebuah firewall atau file dan
print server pada LAN Anda.
Menginstal Linux
Semua distribusi Linux menyertakan program instalasi yang memudahkan pekerjaan
menginstall Linux dikomputer Anda. Program instalasi itu meminta Anda sejumlah
pertanyaan tentang hardware Anda, komponen apa yang akan Anda install, dan
bagaimana Anda ingin mengkonfigurasi fitur tertentu. Lalu program itu akanmengopy file
yang cocok ke komputer Anda dan mengkofigurasi sistem Linux Anda.
Sebelum menginsall Linux, Anda seharusnya membuat daftrar hardware di komputer
Anda dan bagaimanamereka terkonfigurasi. Sespesifik mungkin yang Anda bisa. Tulis
setiap pabrik komponen dan nomor model, sebaik informasi kofigurasi seperti IRQ
komponen dan alamat I/O. Selanjutnya, putuskan bagaimana Anda ingin membuat
partisi untuk Linux. Walaupun Windows biasanya diinstall pada satu partisi tunggal,
instalasi Linux secara khusus memerlukan tiga atau lebih partisi.
•Sebuah partisi boot: ini seharunsnya kecil – direkomendasikan 16 MB. Partisi
boot mengandung kernel sistem operasi dan itu dibutuhkan untuk memulai Linux
dengan benar di sejumlah komputer.
•Partisi swap: ini seharusnya dua kali ukuran RAM di komputer Anda. Linux
menggunakan partisi ini sebagai perluasan dari RAM komputer.
•Partisi Root: ini, dalam kebanyakan kasus, menggunakan sisa ruang dalam disk.
Partisi ini berisi semua file dan data yang digunakan sistem Linux.
Akhirnya, Anda akan perlu menentukan password untuk akun root dan, pada
kebanyakan distribusi, memilih apakah akan membuat membuat satu atau lebih akun
pengguna. Disarankan paling tidak membuat satu akun pengguna selama instalasi, jadi
Anda dapat masuk ke Linux sebagai seorang pengguna daripada dengan akun root.
Dengan itu Anda dapat bereksperimen dengan perintah-perintah di Linux tanpa
menghapus atau mengkorupsi file yang penting secara tidak sengaja.
Masuk ke Command Shell
Ada dua cara dasar untuk masuk ke command shell (program yang menyediakan barisbaris
perintah) saat Anda untuk menjalankan perintah Linux secara langsung. Pertama
tekan Ctrl+Alt+Fx (yaitu satu dari tombol fungsi) untuk berpindah ke salah satu virtual
console. Lalu Anda dapat masuk dan menjalankan perintah. Saat Anda sudah selesai,
tekan Ctrl+Alt+F7 untuk kembali ke GNOME.
Atau Anda dapat membuka command shell secara langsung dari GNOME dengan
memilih Main Menu > System Tools > Terminal. Ini membuka command shell di
sebuah jendela yang muncul pada desktop GNOME. Karena shell ini berjalan de dalam
akun pengguna GNOME yang masuk, Anda tidak perlu masuk. Anda dapat langsung
mengetikkan perintah. Saat Anda sudah selesai, ketikkan Exit untuk menutup
jendela.
Konfigurasi Jaringan
Menggunakan program konfigurasi jaringan Red Hat
Sebelum Anda dapat menggunakan interface jaringan untuk mengakses, Anda harus
mengkonfigurasi opsi dasar interface TCP/IP, seperti IP address, nama host, DNS
Server, dan masih banyak lagi. Pada sesi ini akan ditujukkan bagaimana melakukan itu
dengan menggunakan program konfigurasi Red Hat. Anda dapt mengakses program ini
dengan memilih Main Menu > System Setting > Network.
Menjalakan ulang jaringan Anda
Tiap kali Anda mengubah konfigurasi di jaringan Anda, Anda harus menjalankan ulang
layanan jaringan Linux sebelum perubahan itu menghasilkan efek.
Anda dapat menjalankan ulang layanan jaringan dari desktop GNOME dengan langkahlangkah
berikut:
1. Pilih Main Menu > System Setting > Server Settings > Services.
Jendela layanan konfigurasi muncul.
2. Pilih layanan Network.
Anda harus menggulung ke bawah daftar dari layanan untuk menemukan itu.
3. Klik tombol Restart.
Layanan berhenti, lalu berjalan kembali. Saat selesai, kotak dialog kecil
memunculkan pesan “Network restart successful”.
4. Klik OK
Anda kembali ke program layanan konfigurasi
5. Tutup program layanan konfigurasi
Selesai semua.
Jika Anda memilih bekerja dengan command shell, Anda dapat menjalankan ulang
jaringan dengan mengetikkan perintah service network restart.
Mengenal Samba
Karena Linux dan Windows punya banyak perbedaan sistem file, Anda tidak bisa
membuat server file Linux semudah mengijinkan pengguna Windows mengakses ke
direktori Linux. Komputer klien Windows tidak bisa mengakses nama file di direktori
Linux.
Lebih dasar lagi, jaringan Windows menggunakan protocol yang disebut SMB, yang
berdiri untuk Server Message Block, untuk mengatur pertukaran data file antara file
server dan klien. Linux tidak punya dukungan SMB yang tertanam. Itulah mengapa
Samba diperlukan.
Samba adalah program yang meniru perilaku server yang berbasis Windows dengan
menerapkan protokol SMB. Jadi, saat Anda menjalankan Samba pada server Linux,
komputer Windows pada jaringan Anda melihat server Linux seperti server Windows.
Menginstall Samba
Jika Anda tidak menginstall Samba saat Anda menginstall Linux, Anda harus
menginstalnya sekarang. Ada dua cara dasar untuk melakukannya. Pertama adalah
menggunakan paket peralatan managemen berbasis GNOME dari Red Hat. Masukkan
CD distribusi Red Hat, dan klik Yes saat Anda ditanya apakah Anda ingin menjalankan
auto program. Lalu, saat jendela Package Management muncul, pilih grup Windows File
Server, yang menginstal Samba.
Hati-hati: satu jalan pasti untuk membuat instalasi Samba sama sekali tidak berguna
adalah mengaktifkan setting Linux firewall secara acak di komputer yang menjalankan
Samba.
Memulai dan menghentikan Samba
Sebelum Anda dapat menggunakan Samba, Anda harus memulai kedua daemonnya,
smbd dan nmbd. Keduanya dapat dijalankan sekaligus dengan memulai layanan smb.
Dari command shell, gunakan perintah ini :
service smb start
Kapanpun Anda membuat perubahan konfigurasi seperti menambah share baru atau
membuat sebuah pengguna Samba yang baru, Anda harus mematikan dan
menjalankan kembali layanan dengan perintah ini:
service smb restart
Atau :
service smb stop
service smb start
Jika Anda tidak yakin bahwa Samba berjalan, masukkan perintah ini:
service smb status
Anda akan mendapatkan pesan yang menunjukkan apakah daemon smbd dan nmbd
sedang berjalan.
Untuk mengkonfigurasi Smaba untuk berjalan secara otomatis saat Anda menjalankan
Linux, gunakan perintah ini:
chkconfig –level 35 smb on
Untuk memastikan perintah chkconfig bekerja dengan benar, masukkan perintah ini:
chkconfig –list smb
Menggunakan peralatan konfigurasi server Samba dari Red Hat
Linux Red Hat menyertakan peralatan konfigurasi berbasis GNOME yang memudahkan
pekerjaan mengkonfigurasi Samba. Untuk menjalankannya, pilih Main Menu > System
Settings > Server Settings > Samba Server. Jika sudah, jendela Samba Server
Configuration muncul. Alat ini memperbolehkan Anda mengkonfigurasi aturan dasar
server dan mengatur share.

DNS untuk Intranet

Written by ihsan on 18.24

Domain Name Service (DNS) adalah layanan untuk memetakan nama domain (misal jawa.vnet) ke alamat IP (misal 10.0.0.1) dan sebaliknya. Ini komponen penting yang harus anda pasang pertama kali Intranet berdiri. Berikut ini cara pemasangannya di Linux Redhat.
Membuat DNS gampang-gampang susah. Kalau mau enteng, pakai program configurator seperti webmin. Redhat juga punya DNS configurator yang mudah dipakai. Namun pengalaman membuktikan, edit langsung file konfigurasinya adalah cara yang paling fleksibel, andal dan terpercaya.
Buat belajar, mari kita coba dengan contoh sederhana.
1. Hanya untuk Intranet.
2. Hanya bisa jawab nama domain dan IP yang tercantum di konfigurasi. Tidak bisa menjawab nama Internet misalnya www.yahoo.com.
3. Tidak pakai sekuritas
Untuk mengkonfigurasi DNS, langkah intinya adalah:
1. Desain nama domain/IP anda
2. Siapkan komputer server
3. Pasang paket DNS (bind)
4. Edit file konfigurasi utama (/etc/named.conf)
5. Edit file zone DNS. Ini berisi peta nama-domain --> alamat-IP
6. Edit file addr DNS. Ini sebaliknya berisi peta alamat-IP --> nama-domain.
7. Aktifkan DNS daemon
8. Uji Coba
DESAIN NAMA DOMAIN / IP
Untuk intranet, anda bebas mau pakai nama domain apa saja, dan tidak perlu daftar/beli ke InterNIC (pengelola nama domain Internasional). Sementara itu untuk alamat IP, anda bisa pilih salah satu ruas IP Internal:
10.x.y.z
172.16-31.y.z
192.168.y.z
Misalkan desain kita adalah sbb:
jawa.vnet = 10.0.0.1
sumatera.vnet = 10.0.0.2
kalimantan.vnet = 10.0.0.3
sulawesi.vnet = 10.0.0.4
papua.vnet = 10.0.0.5
pc01.vnet = 10.0.0.101


Contoh Jaringan Intranet. Papua adalah DNS server, sekaligus www, mail dan samba server. Si pc01 adalah workstation biasa.
SIAPKAN SERVER
Satu DNS sudah cukup untuk melayani seluruh jaringan anda dan biasanya dipasang di server internal. DNS sendiri tidak perlu komputer kencang. Tapi kalau si server sekaligus melayani e-mail, WWWP, FTP, SAMBA dll., anda perlu komputer terbaik yang anda bisa beli. Distro yang cocok dipakai adalah Redhat, Debian atau Slackware.
Pada contoh ini, DNS dipasang di server (papua, 10.0.0.5) dengan distro Redhat 9.0. File konfigurasi akan kita edit langsung. Yang mungkin jadi masalah, Redhat menyediakan konfigurator yang suka bingung kalau kofigurasinya di edit langsung. Well, percaya saya. Edit langsung lebih enak dan pasti jalan di semua distro. Lupakan saja konfigurator.
PASANG PAKET DNS
Paket DNS namanya bind (terakhir versi 9.x), dan karena pentingnya, pasti sudah tersedia di distro. Anda bisa langsung pasang saat instalasi. Kalau belum, gunakan rpm dari konsole/terminal.
# pasang di redhat
mount /dev/cdrom
rpm -i bind /mnt/cdrom/Redhat/RPMS/bind-x.y.x.rpm

# periksa apakah sudah terpasang
rpm -qa | grep bind
EDIT FILE KONFIGURASI UTAMA
File konfigurasi utama adalah /etc/named.conf. Anda bisa edit sebagai root dengan editor teks (vim, emacs, joe, pico, dll). Redhat sudah menyediakan contoh named.conf, namun kali ini tidak kita pakai. Sebaiknya anda selamatkan dulu, lalu buat baru
# Selamatkan named.conf lama
# Selamatkan juga rndc.conf (pengontrol bind)
cd /etc
mv named.conf named.conf-save
mv rndc.conf rndc.conf-save

# Edit baru
vi named.conf
Isi named.conf paling sederhana adalah sebagai berikut:
__________________________________________________________
// /etc/named.conf - configuration for bind
//
options {
directory "/var/named/";
listen-on ;
};

// File untuk pemetaan nama-domain --> IP
zone "vnet" {
type master;
file "vnet.zone";
allow-update ;
};

// File untuk pemetaan IP --> nama-domain
zone "10.addr" {
type master;
file "10.addr";
allow-update ;
};
__________________________________________________________
EDIT FILE ZONE
File zone biasanya diberi name sesuai nama-domain terbalik dari belakang. Misalnya com.bogus.zone atau id.co.bogus.zone. Untuk kasus kita namanya vnet.zone. Posisi file ini adalah di /var/named, sesuai options directory di named.conf. Di direktori tersebut juga ada beberapa file bawaan Redhat. Biarkan saja, jangan diotak-atik.
__________________________________________________________
; /var/named/vnet.zone - zone mapping

; Block kepala
; Salin saja apa adanya, kecuali ubah .vnet jadi domain anda
; Dan nomor serial sesuai tanggal pembuatan
$TTL 3600
;$ORIGIN vnet.
@ IN SOA ns1.vnet. root.vnet. (
2003082701 ;serial
3600 ;refresh
900 ;retry
3600000 ;expire
3600 ;minimum
)
; Blok server
; Bagian ini menyatakan server-server penting di vnet (DNS dan mail)
IN NS ns1.vnet.
IN MX 10 mail.vnet.

; Blok Pemetaan
jawa A 10.0.0.1
sumatera A 10.0.0.2
kalimantan A 10.0.0.3
sulawesi A 10.0.0.4
papua A 10.0.0.5
pc01 A 10.0.0.101

; Blok Nama alias
; Dengan nama alias, komputer tertentu bisa dipanggil dengan nama lain
; Misalnya saja papua befungsi sebagai DNS, Mail dan WWW Server
ns1 CNAME papua
mail CNAME papua
www CNAME papua
__________________________________________________________
EDIT FILE ADDR
File addr biasanya diberi nama sesuai alamat-ip terbalik dari belakang misalnya 10.addr, 16.172.addr, atau 1.168.192.addr. Posisi file ini juga di direktori /var/named. Berikut ini contohnya.
__________________________________________________________
; /var/named/10.addr - IP addr mapping

; Blok kepala
; Sesuaikan alamat network (di sini 10) dan domain (vnet)
; Dan ganti nomor serial sesuai tanggal pembuatan
$TTL 3600
10.in-addr.arpa. IN SOA ns1.vnet. root.vnet. (
2003082701 ;serial
10800 ;refresh
3600 ;retry
3600000 ;expire
86400 ;default_ttl
)
; Blok server
; Bagian ini menyatakan server-server penting di vnet (DNS)
IN NS ns1.vnet.

; Blok Pemetaan
; Perhatikan alamat ditulis terbalik dan ada titik di akhir nama domain
1.0.0 PTR jawa.vnet.
2.0.0 PTR sumatera.vnet.
3.0.0 PTR kalimantan.vnet.
4.0.0 PTR sulawesi.vnet.
5.0.0 PTR papua.vnet.
101.0.0 PTR pc01.vnet.
__________________________________________________________
AKTIFKAN DNS DAEMON
Di Redhat, anda bisa gunakan GUI service configurator atau TUI setup.
• Dari terminal jalankan program setup.
• Pilih menu System Services
• Hidupkan [*] named pada list.
Kalau mau cara CLI (Command Line Interface), dari terminal:
# Hidupkan
root@papua# chkconfig named on

# Periksa apakah sudah ON
root@papua# chkconfig --list named
named 0:off 1:off 2:on 3:on 4:on 5:on 6:off

# Sekarang jalankan (start / restart)
root@papua# service named start

# Periksa
root@papua# service named status

# kalau anda mengubah konfigurasi, harus reload
root@papua# service named reload

UJI COBA
Sekarang DNS Server anda mestinya sudah siap. mari di coba:
### Periksa apakah bind sudah jalan dan file terbaca dengan baik
### Perhatikan adanya baris listening on IPv4,
### zone vnet dan zone 10.in-addr.arpa loaded
### dan terakhir running
### kalau ada kegagalan, biasanya karena konfigurasi salah tulis
root@papua:# tail -n 30 /var/log/messages | grep named
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: starting BIND 9.2.2
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: using 1 CPU
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: loading configuration from '/etc/named.conf'
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: no IPv6 interfaces found
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: listening on IPv4 interface eth0, 10.0.0.5#53
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: command channel listening on 127.0.0.1#953
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: zone vnet/IN: loaded serial 2003082701
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: zone 10.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2003082701
Aug 27 05:03:41 papua named[1870]: running


### Kalau memang jalan, periksa apakah port 53 open sebagai domain
### Kalau belum anda salah konfigurasi (periksa options listen-on)
root@papua:# nmap 10.0.0.5
Interesting ports on 10.0.0.5
(The 1516 ports scanned but not shown below are in state: closed)
Port State Service
22/tcp open ssh
25/tcp open smtp
53/tcp open domain
80/tcp open http

### Test zone lookup jawa.vnet
### ANSWER SECTION harus dapat IP yang benar 10.0.0.1
### Kalau gagal, ada kesalahan di file zone
root@papua:# dig @10.0.0.5 jawa.vnet

; DiG 9.2.2 @10.0.0.5 jawa.vnet
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; -HEADER- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 4278
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 2, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;jawa.vnet. IN A

;; ANSWER SECTION:
jawa.vnet. 3600 IN A 10.0.0.1

;; AUTHORITY SECTION:
vnet. 3600 IN NS ns1.vnet.

;; Query time: 0 msec
;; SERVER: 10.0.0.5#53(10.0.0.5)
;; WHEN: Wed Aug 27 05:16:59 2003
;; MSG SIZE rcvd: 77


### Test reverse lookup 10.0.0.1
### ANSWER SECTION harus dapat jawa.vnet
### Kalau gagal, ada kesalahan di file addr
root@papua:# dig @10.0.0.5 -x 10.0.0.1

; DiG 9.2.2 @10.0.0.5 -x 10.0.0.1
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; -HEADER- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 40608
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 0

;; QUESTION SECTION:
;1.0.0.10.in-addr.arpa. IN PTR

;; ANSWER SECTION:
1.0.0.10.in-addr.arpa. 3600 IN PTR jawa.vnet.

;; AUTHORITY SECTION:
10.in-addr.arpa. 3600 IN NS ns1.vnet.

;; Query time: 0 msec
;; SERVER: 10.0.0.5#53(10.0.0.5)
;; WHEN: Wed Aug 27 05:24:55 2003
;; MSG SIZE rcvd: 80

Kalau testing berhasil, anda bisa tarik napas lega. DNS Jalan !!!
Sekarang tinggal pastikan bahwa semua komputer di jaringan pakai DNS 10.0.0.5

Antara Windows dan Linux

Written by ihsan on 18.17



Jika sebelumnya linuxer yang telah lama menggunakan sistem operasi MS Windows, terus ingin
mencoba sistem operasi pinguin atau Linux, artikel berikut akan memberitahukan kepada linuxer agar
linuxer tidak kaget atau merasa "tersesat" ketika memulai sistem operasi Linux.
Linux tidak mempunyai sistem pembedaan drive A, B, C dan seterusnya seperti pada Windows, jadi
ketika linuxer masuk ke sistem operasi linux nanti jangan kaget kalau tiba-tiba drive C atau D nya
hilang. Sistem operasi linux bukanlah untuk mengeja alphabet dari A sampai dengan Z, justru linux
mengenali komputer dengan sistem direktori-direktori, baik mulai dari harddisk, floppy disk drive,
CD-ROM dan lainnya. Misalnya saja penamaan untuk CD-ROM, linuxer bisa cari di direktori
/mnt/cdrom atau floppy disk drive di direktori /mnt/floppy.
Linux menggunakan sistem (/) forward slash, beda sekali dengan Windows yang menggunakan sistem
(\) backward slash.
Linux mempunyai sifat case-sensitive, yang berarti huruf besar dan huruf kecil mempunyai arti yang
berbeda. Jadi huruf A dan a mempunyai arti yang berbeda.
Linux tidak mempunyai .exe seperti di Windows. Jadi jangan kebingungan nanti kalau linuxer ingin
menjalankan perintah-perintah linux. Jangan sampai berkata "koq, dot exe nya ga ada ?". Linux
mempunyai sistem executable file tersendiri, jadi jika ingin mengetahui suatu file bisa di execute atau
tidak, adalah dari attributnya file yang bersangkutan, jika attrributnya execute berarti bisa dijalankan.
Cara mengetahuinya bisa dari perintah ls -l atau dari chmod.
Linux mempunyai banyak GUI (Graphical User Interface) Window yang berbeda. Diantaranya ada
KDE, GNOME, Sawfish, Enlightenment dan lain sebagainya. Tidak seperti MS Windows yang hanya
mempunyai satu GUI. Misalnya GUI Windows 98 tidak bisa mempunyai GUI Windows 2000 atau
GUI Windows XP yang wah. Window di linux mempunyai istilah tersendiri, yaitu Xwindow. Di
Xwindow linuxer mampu menjalankan KDE atau GNOME, atau bertukaran sesuai dengan keinginan.
Keren kan.
Jika di MS Windows, linuxer mengenal istilah DOS Prompt, di linux akan bernama console atau
terminal. Di console, linuxer akan menjumpai dengan apa yang dinamakan pemrograman shell, kalau
di windows seperti pemrograman untuk autoexec.bat.
Perintah-perintah di linux berbeda sekali dengan di Windows, misalnya saja dir (Windows) dan ls
(Linux) yaitu suatu perintah untuk menampilkan file-file pada direktori aktif. Perintah-perintah ini
karena berbeda ada baiknya para newbie untuk mempelajarinya, lagi pula mudah kok contohnya saja
ls adalah singkatan list dan pwd yang adalah singkatan dari print working directory. Mudah kan.
Banyak aplikasi di linux yang menggunakan nama-nama yang aneh, misalnya Dia (software untuk
menggambar diagram), SWAT (Samba Web Administration Tool) dan masih banyak lagi nama-nama
aneh yang kemampuan powerful. Disarankan untuk membaca manual aplikasi tersebut terlebih dahulu.
Jadi akan jelas apa guna dari nama-nama aneh tersebut. Dan aneh pun menjadi indah.
Ketika di Windows ada yang mau belajar bahasa pemrograman, dia harus membeli terlebih dahulu
program tersebut, walaupun cuman bajakan harganya masih tergolong mahal untuk suatu bahasa
pemrograman. Terus jika ingin mempunyai server untuk jaringan harus beli lagi program server.
Berbeda dengan linux, ketika linuxer membeli cd linux, atau mendownloadnya dari internet, paket
linux tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai macam aplikasi dan bahasa pemrograman.
Contohnya adalah C, C++, Perl, PHP dan Python. Jenis database server seperti MySql, dan PostgreSql.
Atau aplikasi pemrograman visual seperti Glade, Kdevelop dan Qt. Dan program server seperti
Apache Web Server, mail server, DNS server, Proxy server, Firewall untuk melindungi komputer
linuxer ketika surfing di internet. Jadi tidak perlu beli cd program banyak-banyak kan, irit ya. =>
Linux bisa juga diinstall berdampingan dengan sistem operasi lain, jadi linuxer tidak perlu khawatir
kalau mau belajar linux, windowsnya tidak perlu dihapus. Dengan menggunakan LILO (Linux
Loader) sebuah boot manager untuk memilih sistem operasi mana yang akan digunakan. Jadi sekarang
tidak ada alasan lagi untuk mulai belajar linux, karena linux dan windows bisa berjalan berdampingan.
Jika linuxer mau membeli hardware baru, atau mau menambah komponen-komponen seperti printer,
modem, scanner dan zip-drive, usahakanlah mencari yang bukan win series. Contohnya ada beberapa
produsen menjual modem yang bertuliskan win modem, ini artinya modem tersebut hanya dapat
dijalankan di atas sistem operasi windows. Karena sedikit driver yang mendukung linux, maka linuxer
diharapkan teliti ketika membeli produk-produk hardware. Secara umum sekarang para produsen
telah menyertakan driver-driver linux mereka, atau telah menyatakan hardware mereka telah
mensupport sistem operasi linux. Jika ingin mengetahui hardware-hardware apa saja yang telah
mendukung linux, linuxer bisa surfing ke http://www.linuxdevices.com/ sebagai referensi.
Supaya linuxer tidak bingung ketika ingin menggunakan aplikasi di linux, di bawah akan disajikan
beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk menggantikan aplikasi-aplikasi di windows. Lagipula
penamaan-penamaan aplikasi di linux memang banyak menggunakan nama-nama yang aneh.

Filesystem Linux

Written by ihsan on 17.49

Direktori root Linux memiliki beberapa direktori yang merupakan standar direktori pada banyak distro Linux. Direktoridirektori tersebut antara lain :

Direktori Isi

/bin berisi file-file binary standar yang dapat digunakan oleh seluruh user baik user biasa maupun super user

/boot berisi file-file yang digunakan untuk booting Linux termasuk kernel image

/dev berisi file system khusus yang merupakan refleksi device hardware yang dikenali dan digunakan sistem

/etc berisi file-file konfigurasi sistem, biasanya hanya boleh diubah oleh super user

/home berisi direktori-direktori yang merupakan direktori home untuk user biasa dan aplikasi tertentu

/lib berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux

/mnt direktori khusus yang disediakan untuk mounting (mengaitkan) device disk storage ke sistem dalam bentuk direktori

/proc berisi file system khusus yang menunjukkan data-data kernel setiap saat

/root direktori home untuk user root (user khusus dengan priviledges hampir tak terbatas)

/sbin sama seperti direktori bin, tetapi hanya super user yang sebaiknya menggunakan binary-binary tersebut mengingat fungsifungsi binary yang terdapat di direktori ini untuk maintenance sistem

/tmp berisi file-file sementara yang dibutuhkan sebuah aplikasi yang sedang berjalan

/usr berisi library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi user

/var berisi file-file log, mailbox dan data-data aplikasi

Struktur data kernel

Saat kernel melakukan sebuah proses, data-data proses tersebut disimpan secara periodik dalam bentuk file-file. Untuk melihat data-data kernel tersebut, maka file-file yang dimaksud harus di parsing setiap saat karena datanya yang dinamis. Cara termudah yang dapat dilakukan antara lain dengan menggunakan perintah cat.

Syntax :

cat

File-file ini tersimpan dalam direktori-direktori yang disimpan terstruktur dalam direktori /proc. Berikut ini gambaran sekilas mengenai struktur direktori /proc :

Pengenalan device

Semua device di linux dinyatakan dalam bentuk file. Apabila nantinya device-device ini perlu untuk di akses maka kita tinggal melihat isi dari /dev berikut adalah tabel dari penamaan device di linux :

Direktori atau file Isi

/proc/[nomor] Di dalam proc terdapat directory yang dinamakan dengan nama nomor-nomor.Nomor-nomor ini dinamakan sesuai dengan PID-nya

/proc/cpuinfo File ini berisi tentang segala sesuatu dari CPU info dan arsitektur dari system, untuk setiap arsitektur yang berbeda akan mempunyai daftar yang berbeda pula.

/proc/devices Daftar dari devices yang ada di system. Ini dapat digunakan oleh MAKEDEV script untuk konsistensi terhadap kernel.

/proc/dma Daftar dari dma (direct memory access) channel yang digunakan.

/proc/filesystems Daftar dari filesystem yang di dukung oleh kernel.

/proc/interrupts Daftar ini berisi jumlah dari interrupt berdasarkan IRQ pada mesin i386

/proc/ioports Daftar yang berisi input output (I/O) port yang sedang digunakan

/proc/kcore File ini merupakan pseudo file yang besarnya disesuaikan dengan memory fisik yang dipunyai mesin.

/proc/kmesg Berisi tentang kernel log message yang digunakan oleh klogd dalam melog setiap pesan dari kernel.

/proc/ksyms File ini mengandung kernel definisi simbol yang digunakan oleh modules tools untuk melink secara dynamic, dan mengikat modul-modul yang dapat diload.

/proc/loadavg Jumlah beban rata-rata yang memberikan daftar proses yang sedang berjalan ataupun dalam keadaan queue dlam interval waktu 1,5 dan 15 menit.

/proc/locks File ini berisi daftar dari file yang di lock.

/proc/meminfo File ini digunakan oleh free untuk melaporkan jumlah

memory yang bebas dan yang sedang digunakan (baik

fisik maupun swap) dari system

/proc/modules Daftar dari modul-modul yang di load ke system.

/proc/net/ Direktori ini berisi pseudo-files yang berisi status dari beberapa

bagian dari layer network.

/proc/pci File ini berisi daftar berisi tentang semua PCI device

yang di temukan selama inisialisasi kernel berikut konfigurasinya

/proc/scsi/ Directory yang berisi tentang midlevel pseudo files dan

berbagai directory yang berisi lowlevel scsi driver

/proc/self/ Direktori ini mengacu kepada proses akses ke /proc

filesystems, dan identik dengan direktory /proc yang dinamakan

oleh PID dari proses yang sama.

/proc/stat kernel/system statistik.

/proc/sys Direktori ini berisi sejumlah file dan subdirektori yang

berhubungan dengan variabel kernel.

/proc/uptime File ini berisi dua kelompok angka, angka dari uptime

system (s), dan waktu yang dihabiskan dalam idle proses

(s).

/proc/version Berisi string yang mengidentify versi kernel yang sedang

digunakan.

Disk dan hard disk

Nama file Nama divais

/dev/fd0 Drive floppy pertama

/dev/fd0 Drive floppy pertama

/dev/fd1 Drive floppy kedua

/dev/hda HD bus AT pertama

/dev/hda1 - /dev/hda15 Partisi-partisi dari HD bus AT pertama

/dev/sda HD SCSI pertama

/dev/sda1 - /dev/sda15 Partisi-partisi dari HD SCSI pertama

/dev/sdb HD SCSI kedua

/dev/sdc HD SCSI ketiga

Drive CDROM

Nama file Nama divais

/dev/cdrom Link ke cdrom yang digunakan

/dev/aztcd CD-ROM Aztech CDA268-01

/dev/cdu535 Sony CDU-535 CD-ROM

/dev/cm2206cd Philips CM206

/dev/gscd0 CD-ROM Goldstar R420

/dev/hda - /dev/hdd ATAPI IDE CD-ROM

/dev/lmscd CD-ROM Philips CM 205/250/206/260

/dev/mcd Mitsumi CD-ROM

/dev/sbpcd0 -

/dev/sbpcd3

CD-ROM pada SoundBlaster

/dev/scd0 - /dev/scd1 Drive CD-ROM SCSI

/dev/sonycd CD-ROM Sony CDU 31a

/dev/sjcd CD-ROM Sanyo

/dev/optcd CD-ROM Optics Storage

Tape

Nama file Nama divais

/dev/rmt0 SCSI streamer pertama dengan pemutarbalik

(rewinding) otomatis

/dev/nrmt0 SCSI streamer pertama tanpa pemutarbalik

otomatis

/dev/ftape Floppy streamer dengan pemutar-balik

otomatis

/dev/nftape Floppy streamer tanpa pemutar-balik

otomatis

Mouse

Nama file Nama divais

/dev/mouse Link (kaitan) ke mouse yang digunakan

/dev/atibm Mouse dengan bus dan kartu grafis ATI

/dev/logibm Mouse Logitech dengan sistem bus

/dev/inportbm Mouse PS/2 dengan sistem bus

Tabel 3.6: Nama divais mouse (bus dan PS/2)

Modem

Nama file Nama divais

/dev/modem Link ke port COM pada modem yang dihubungkan

Interface Serial

Nama file Nama divais

/dev/ttyS0 - /dev/ttyS3 Interface serial 0 hingga 3

/dev/cua0 - /dev/cua3 Interface serial 0 hingga 3 (untuk modem

hubungan keluar)

Port paralel

Nama file Nama divais

/dev/lp0 - /dev/lp2 Interface paralel 0 hingga 2

Khusus

Nama file Nama divais

/dev/null Data apapun (data bin) akan di”telan”

/dev/tty1 - /dev/tty8 Konsol virtual

/dev/zero Menghasilkan keluaran bilangan dengan

byte null

Ihsan Syahbuddin

Ihsan syahbudin blok